Apa itu Budaya Politik Konservatif ??
Secara umum, politik konservatif mendukung kelanjutan dari nilai-nilai dan lembaga-lembaga “tradisional”. Politik konservatif bisa dibagi menjadi beberapa kategori lain yang lebih spesifik, seperti konservatisme sosial, fiskal, dan agama.
Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante
Konservatif merupakan sikap dan peilaku politik yang tidak menginginkan adanya perubahan berarti (mendasar) dalam sebuah sistem sikap ini biasanya dianut oleh mereka yang tengah menikmati posisi istimewa atau kekuasaan dalam sebuah struktur atau paling tidak merasa sangat diuntungkan oleh system yang ada. Mereka umumnya adalah kaum pemodal, pengusaha, penjilat dan kaki tangannya sebuah rezim.
Pendukung politik konservaif umumnya puas dengan status quo dalam pemerintahan. Lebih jauh lagi, sebagian diantaranya bahkan mungkin mendukung kebijakan regresif. Konservatisme menolak prinsip-prinsip liberalisme serta menentang ide progresif tentang masyarakat yang selalu berubah. Meskipun sebagian kaum konservatif mungkin mendukung ide revolusioner seperti kesetaraan gender, mereka enggan menggunakan langkah-langkah radikal untuk mewujudkan kesetaraan tersebut.
Edmund Burke (1729 – 1797) sering disebut sebagai bapak politik konservatif modern. Burke merupakan seorang anggota Partai Whig di House of Commons (Parlemen) Inggris. Dia antara lain berbicara tentang revolusi di Amerika Serikat dan Perancis, dan mendukung revolusi Amerika karena menunjukkan bahwa pemerintah Inggris tidak mengakui hak-hak yang sudah tercantum dalam undang-undang.
Politik konservatif cenderung pro status quo. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, konservatif mendukung masyarakat kapitalis dan hak-hak yang digariskan dalam konstitusi. Di Inggris, konservatif menyetujui sistem parlementer yang saat ini digunakan. Kaum konservatif Israel pada umumnya akan tetap berpegang pada kebijakan dan mengakui garis perbatasan sekarang dalam hubungannya dengan Palestina. Sebagian kaum konservatif bahkan memiliki pandangan yang regresif, bahwa masyarakat dan pemerintah seharusnya mengadopsi kembali praktik yang pernah diterapkan pada masa lalu. Konservatif sayap kanan cenderung curiga terhadap ideologi politik sayap kiri. Meskipun kedua kelompok sama-sama mendukung kebebasan, mereka memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal perumusan kebijakan negara. Politk progresif melihat pemerintahan dan kondisi manusia dari sudut pandang rasionalistik, sementara konservatif biasanya mengacu pada praktik yang telah teruji untuk mendukung cara pandang mereka.
Secara internasional, politik konservatif tidaklah monolitik. Misalnya, sebagian ahli berpendapat bahwa politik konservatif di Eropa lebih progresif daripada di Amerika Serikat. Kaum konservatif mungkin juga tidak setuju dengan rekan konservatif mereka di negara lain. Misalnya, konservatif di Perancis mungkin tidak setuju dengan cara-cara kaum konservatif di Iran
Budaya Internet di Indonesia ?
Yahh, Internet itu merupakan media komunikasi yang populer di Indonesia sejak akhir tahun1990. Perkembangan jaringan internet di Indonesia dimulai pertengahan era 1990, namun sejarah perkembangannya dapat diikuti sejak era 1970-an. Pada awal perkembangannya, internet dimulai dari kegiatan-kegiatan yang bersifat non-komersial, yaitu seperti kegiatan-kegiatan meliputi hobby dan dalam perkembangan selanjutnya kebanyakan diprakarsai oleh kelompok akademis/mahasiswa dan ilmuwan yang sebahagian terlibat dengan berbasis hobby tersebut, melalui upaya membangun infrastruktur telekomunikasi internet.
Dalam sejarahnya di Indonesia saat itu jaringan internet di Indonesia dikenal dengan pegayuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan, dan gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangan yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Peranan Pemerintah dalam perkembangan jaringan internet di Indonesia memang tidak banyak, namun juga tidak dapat dikesampingkan, walaupun peranan mereka tidak terlalu signifikan. daripada itu Indonesia sudah lama tenggelam dalam keterpurukan baca-tulis yang sebenar-benarnya. Ini mengakibatkan orang Indonesia rata-rata belum siap menjadi pelaku budaya internet yang marak ini. Belum pulih dari krisis yang berkepanjangan, orang Indonesia harus dihadapkan kepada sejumlah beban budaya internet.
Internet sudah merambah ke sana ke mari. Ia pun sudah masuk dalam pelosok-pelosok. dan ditambah banyaknya warnet-warnet (warung internet) dalam perbatasan desa-kota, serta sekolah dan lebih lagi dekat-dekat perguruan tinggi. Namun bagus dari internet ini untuk menambah wawasan serta informasi dari sekitar dunia, namun buruknya untuk sekarang-sekarang biasanya menjadi favorit yaitu game-game online yang mulai memperdayai anak sekolah, mahasiswa serta anak bocah pun sudah ada yang menggila akibat dari game online tersebut yang mengakibatkan lalai dari segalanya. mereka semua tenggelam dalam lautan maya yang tanpa batas.
Dengan adanya internet mungkin memang membuat kita menjadi semakin baik dalm informasi, cerdas, tapi disisi lain semakin tidak bisa membedakkan antara kenyataan dan khayalan diri sendiri. situs jejaring sosial bukan menjadi media komunikasi malah menjadi tempat hiburan yang mempermainkan kata-kata yang menghamburkan tanpa makna. Game dan chatting hanyalah membunuh waktu-waktu yang semestinya produktif. Jadilah kita menggejalakan sakit jiwa. memecahkan masalah nyata dalam hidup memang tidak mudah karena terlalu lama bergelut informasi yang melimpah tak beraturan. Budaya prasangka dengan mudah menghampiri yang tidak bisa membedakkan antara kenyataan dengan khayalan.
Itulah budaya internet yang ada dari bangsa kita, yang merupakan sudah menjadi kebiasaan untuk bermalas-malas. Oleh sebab itu rata-rata dari kita belum siap untuk menjadi pelaku budaya internet yang baik. Dan perlu kita sadari bahwa internet secara tidak langsung telah memperbudak diri sehingga menjadi pencandu berat. Untuk itu kita harus pintar-pintar dalam memilih informasi dan dan sama-sama mencari solusi untuk merubah budaya internet dari Indonesia. Dan Kehadiran teknologi internet dan didukung dengan sarana-prasarana di Indonesia sudah ke arah yang lebih baik. Terbukti dengan meningkatnya penjualan smartphone yang dilengkapi koneksi internet, penambahan akun sosial media, dan bertambahnya pula pembelanjaan masyarakat terhadap pengeluaran biaya internet. Penggunaan internet di Indonesia yang seharusnya menjadi sesuatu yang positif dan produktif, namun kenyataannya belum dapat diterjemahkan menuju hal tersebut. Sangat disayangkan hal tersebut karena seperti berkembangnya budaya yang sia-sia dan pemborosan, padahal masyarakat mengeluarkan biaya tidak murah untuk menggunakan teknologi internet tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar